Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan dan Tangguh, SMAN 1 Bobotsari Gelar IHT Adiwiyata serta Siaga Bencana

Categories:

BOBOTSARI – SMA Negeri 1 Bobotsari terus berbenah secara berkelanjutan guna mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan sekaligus tangguh menghadapi ancaman alam. Langkah strategis ini diwujudkan melalui gelaran In House Training (IHT) ganda dengan tema Peningkatan Kesadaran dan Pengelolaan Lingkungan Sekolah serta Sekolah Siaga Bencana, Sekolah Tanggap Bencana pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan yang berpusat di Aula Handayani ini dimulai tepat pukul 12.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh jajaran guru serta karyawan SMAN 1 Bobotsari. Untuk membekali para pendidik, pihak sekolah mendatangkan narasumber ahli dari Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga.

Sesi pertama yang mengupas tuntas Program Adiwiyata dibawakan oleh Andin Anggoro, S.T. selaku Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda dari DLHPKP Kabupaten Purbalingga. Melalui paparan tersebut, warga sekolah dibekali pemahaman mengenai Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Disampaikan bahwa esensi Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan menanamkan kebiasaan ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, penghematan energi, hingga penghijauan, ke dalam dokumen perencanaan sekolah dan perilaku harian seluruh warga SMAN 1 Bobotsari.

Memasuki sesi kedua, Sekretaris BPBD Kabupaten Purbalingga, Aris Mulyanto, S.Ag., hadir memberikan materi vital mengenai kesiapsiagaan bencana di sektor pendidikan. Beliau memaparkan data dampak kerusakan akibat bencana tahun 2026 di Kabupaten Purbalingga yang telah menyentuh ratusan rumah dan puluhan fasilitas pendidikan.

“Sekolah harus bertransformasi menjadi struktur yang aman. Melalui konsep Sekolah Siaga Bencana (SSB), kita wajib mengintegrasikan manajemen bencana ke dalam kurikulum dan kegiatan sekolah,” ujar Aris Mulyanto. Beliau menjabarkan siklus penyelenggaraan penanggulangan bencana, mulai dari prabencana, tanggap darurat saat kejadian, hingga pascabencana. Guru dan staf diajarkan cara mengidentifikasi potensi ancaman di lingkungan sekolah, menyusun rencana kontinjensi, serta menyiapkan jalur evakuasi yang jelas untuk menjamin keselamatan seluruh siswa.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan dan apresiasi yang sangat baik dari Kepala SMAN 1 Bobotsari, Drs. Joko Widodo, M.Pd. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ilmu dari DLHPKP dan BPBD ini merupakan modal dasar krusial bagi SMAN 1 Bobotsari. Dengan pemahaman ini, sekolah ditargetkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang hijau, asri, sekaligus memiliki ketahanan serta kesiapan mental yang matang jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat alam. (Humas Smansaboss).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *