
BOBOTSARI – SMA Negeri 1 Bobotsari kembali mencatatkan keberhasilan siswanya dalam menembus perguruan tinggi negeri, kali ini melalui jalur keagamaan Islam. Sebanyak 10 siswa dinyatakan lolos seleksi Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) di UIN Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto. Prestasi ini kian lengkap dengan keberhasilan 3 siswa lainnya yang lolos melalui jalur seleksi Mandiri Prestasi (AOSMA, Olahraga, Seni, KTI, dan Tahfiz), menjadikannya total 13 siswa yang siap melanjutkan studi di universitas berbasis Islam negeri tahun ini.
Dibalik pencapaian tersebut, guru BK SMA Negeri 1 Bobotsari, Yosi Indras Sari, S.Pd., mengungkapkan bahwa masih terdapat tantangan besar dalam mengubah pola pikir siswa mengenai PTKIN. Dari total 351 siswa, tercatat hanya 21 siswa yang menunjukkan minat untuk mendaftar jalur SPAN-PTKIN. Menurutnya, banyak siswa yang masih menganggap PTKIN hanya terbatas pada program studi agama dan dinilai kurang kompetitif. “Padahal, universitas seperti UIN memiliki banyak program studi umum yang sangat keren dan berkualitas, seperti Psikologi, Teknik Industri, hingga Matematika dan Fisika. Kami berharap siswa lebih membuka mata karena peluang di jalur ini sebenarnya sangat luas,” jelas Bu Yosi.
Salah satu siswa yang membuktikan kualitas jalur prestasi ini adalah Labib Mubarok (XII-B). Labib berhasil lolos di jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Saizu melalui jalur AOSMA (Aktivis Organisasi Sekolah). Ia menyatakan rasa syukur dan bahagianya karena keberhasilan ini sejalan dengan cita-citanya menjadi pendidik di bidang keagamaan. Dalam pesan inspiratifnya untuk adik kelas, Labib menekankan pentingnya adab dan literasi. “Mari berhati-hati dalam bersikap dan beradab, karena itu adalah bahasa universal. Selain itu, tingkatkan literasi dan komunikasi sesuai dengan perintah untuk Iqra,” pesan Labib.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Budi Siswanto, S.E., menyatakan bahwa sekolah terus mendukung diversifikasi jalur masuk perguruan tinggi, baik melalui jalur akademik umum maupun jalur prestasi keagamaan dan organisasi. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan Labib dan kawan-kawan di jalur aktivis organisasi menunjukkan bahwa keaktifan di sekolah memiliki nilai tambah yang diakui oleh perguruan tinggi besar. Hal ini selaras dengan strategi kurikulum sekolah yang mendorong keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keaktifan sosial.
Kepala SMA Negeri 1 Bobotsari, Drs. Joko Widodo, M.Pd., menutup dengan apresiasi tinggi atas capaian ini. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan menembus PTKIN merupakan bukti bahwa lulusan SMAN 1 Bobotsari memiliki kompetensi yang luas. “Semoga keberhasilan 13 siswa ini menjadi pembuka jalan bagi peningkatan minat siswa di tahun-tahun mendatang untuk memilih PTKIN sebagai tujuan studi yang menjanjikan. Ini adalah langkah awal untuk menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat dalam landasan spiritual,” pungkas beliau.



