
BOBOTSARI – Mengawali aktivitas di penghujung pekan, guru dan karyawan SMA Negeri 1 Bobotsari kembali berkumpul di Ruang Guru untuk melaksanakan kegiatan doa pagi bersama pada Jumat, 24 April 2026. Sesi siraman rohani sekaligus relaksasi kali ini dipandu oleh Plt. Kepala Tata Usaha, Tusmono, S.Sos., yang mengangkat tema inspiratif tentang pentingnya “Melepaskan Beban” demi menjaga keseimbangan mental dan fisik.
Acara diawali dengan sapaan hangat dan pertanyaan reflektif mengenai kondisi kesehatan serta beban pikiran yang mungkin masih menggelayuti pundak para peserta pagi itu. Guna menjawab keresahan tersebut, Tusmono mengajak seluruh guru dan karyawan untuk melakukan soft self-therapy dengan mengadopsi teknik napas pembersihan yang berasal dari metode Merpati Putih. Teknik ini bertujuan untuk membuang energi negatif yang tertahan dalam tubuh akibat rutinitas pekerjaan yang padat.
Dalam suasana yang tenang, para peserta diajak duduk rileks dengan mata terpejam sembari mengatur ritme napas. Tusmono membimbing peserta untuk membayangkan energi positif masuk ke dalam tubuh disertai afirmasi diri yang kuat. “Beri afirmasi pada diri sendiri bahwa hari ini saya bahagia, saya bersyukur Tuhan masih memberi saya kehidupan,” tuturnya. Napas tersebut kemudian ditahan sejenak di pusar sebelum dikeluarkan perlahan melalui mulut, sembari memvisualisasikan segala beban dan energi negatif keluar dari badan.
Di akhir sesi, Tusmono berpesan agar teknik sederhana ini dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah, baik sebelum tidur maupun sesaat sebelum memulai aktivitas di pagi hari. Melalui kegiatan doa pagi yang dipadukan dengan terapi pernapasan ini, SMA Negeri 1 Bobotsari berupaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis. Kesejahteraan mental para guru dan karyawan diharapkan dapat berimplikasi positif pada kualitas pelayanan pendidikan serta semangat dalam membimbing siswa. (Humas Smansaboss).



