Refleksi Pagi SMAN 1 Bobotsari: Membedah Panggung Kehidupan dalam Perspektif Sosiologi

Categories:

BOBOTSARI – Rutinitas doa pagi bersama di Ruang Guru SMA Negeri 1 Bobotsari pada Rabu, 22 April 2026, menghadirkan nuansa berbeda dengan sentuhan analisis sosial yang mendalam. Sesi berbagi ilmu kali ini disampaikan oleh guru Sosiologi, Diki Darmawan, S.Pd., yang mengangkat tema filosofis bertajuk “Panggung Kehidupan Dunia dalam Perspektif Sosiologi”. Dalam paparannya, beliau mengajak rekan sejawat untuk merefleksikan interaksi sosial sehari-hari melalui kacamata Teori Dramaturgi yang dikembangkan oleh sosiolog terkemuka, Erving Goffman.

Diki menjelaskan bahwa menurut pandangan Goffman, interaksi sosial dapat diibaratkan sebagai sebuah pertunjukan teater. Setiap individu berperan sebagai aktor yang secara strategis melakukan manajemen kesan guna menampilkan citra diri tertentu kepada orang lain yang bertindak sebagai audiens. Dalam konsep ini, kehidupan manusia terbagi menjadi dua ranah utama, yakni panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage). Panggung depan merupakan ruang bagi individu untuk menampilkan performa terbaiknya di hadapan publik, sementara panggung belakang menjadi ruang privat bagi individu untuk melepaskan atribut peran dan mempersiapkan diri sebelum kembali tampil.

Relevansi teori ini dalam lingkungan sekolah sangatlah kuat, terutama dalam cara guru dan siswa menempatkan diri sesuai peran masing-masing. Diki menekankan bahwa kesadaran akan panggung ini bukan berarti mengajarkan kepalsuan, melainkan bentuk profesionalisme dan etika dalam mengelola citra diri agar memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Pemahaman ini diharapkan mampu membantu para pendidik untuk lebih bijak dalam memahami perilaku siswa, yang mungkin menampilkan sisi berbeda antara saat berada di dalam kelas dengan saat berada di luar pengawasan formal.

Kegiatan doa pagi tersebut ditutup dengan kesimpulan bahwa meskipun manusia hidup dalam berbagai panggung peran, integritas diri tetap menjadi kunci utama. Melalui refleksi ini, keluarga besar SMA Negeri 1 Bobotsari diharapkan dapat terus menampilkan performa terbaik dalam mendidik, namun tetap memiliki kematangan karakter di balik layar, sehingga tercipta harmoni antara citra publik dan kualitas pribadi yang sesungguhnya. (Humas Smansaboss).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *