
BOBOTSARI – Suasana berbeda terlihat di lingkungan SMA Negeri 1 Bobotsari pada Senin, 11 Mei 2026. Alih-alih hanya merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan upacara seremonial, warga sekolah melaksanakan kegiatan kokurikuler inovatif bertajuk Rangkai Bunga, Tebar Makna, Majukan Pendidikan Indonesia.
Koordinator Kokurikuler, Hery Kriswati, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama 10 jam pelajaran ini dirancang untuk mengasah dimensi profil lulusan, khususnya pada aspek Kewargaan, Kreativitas, dan Kolaborasi. Melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL), siswa ditantang untuk menyusun pesan bermakna seputar dunia pendidikan yang diimplementasikan dalam bentuk karya nyata.
Uniknya, karya yang dibuat oleh siswa adalah rangkaian bunga estetik yang memanfaatkan bahan daur ulang sampah. “Kami ingin siswa mampu mendesain karya bertema Hardiknas dengan memanfaatkan limbah di sekitar mereka secara efektif dan artistik,” ujar Hery Kriswati. Aktivitas ini melatih siswa untuk berpikir eksploratif dalam memilih bahan serta reflektif dalam mengevaluasi hasil akhir kelompoknya.

Kegiatan dimulai dengan pengantar makna Hardiknas, dilanjutkan dengan sesi kreativitas berkelompok di lapangan tengah sekolah, dan diakhiri dengan pameran serta presentasi hasil karya. Melalui pameran ini, setiap kelompok menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang kemajuan pendidikan Indonesia melalui rangkaian bunga yang mereka buat.
Kepala SMAN 1 Bobotsari mengapresiasi jalannya kokurikuler ini. Beliau menekankan bahwa pembelajaran sejati tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga saat siswa mampu berkolaborasi menciptakan solusi kreatif yang selaras dengan nilai-nilai kewargaan nasional. Dengan semangat ini, SMAN 1 Bobotsari berkomitmen terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli pada lingkungan dan nilai-nilai kebangsaan. (Humas Smansaboss).



