Doa Pagi SMAN 1 Bobotsari: Menghindari Bahaya Sifat Sombong dan Kelalaian Hati

Categories:

BOBOTSARI – Mengakhiri pekan dengan semangat spiritual, keluarga besar SMA Negeri 1 Bobotsari kembali menggelar kegiatan doa pagi rutin di Ruang Guru pada Jumat, 8 Mei 2026. Sesi doa dan refleksi kali ini dipandu oleh Karmono, S.Kom., yang membawakan tema mendalam mengenai “Orang-orang yang Akan Dilupakan Allah”.

Sebagai pengantar, Karmono memaparkan empat ciri orang yang diprediksi akan celaka menurut Nabi Muhammad saw. Keempat ciri tersebut meliputi, pertama, mereka yang menormalisasi dosa dan melupakannya; kedua, mereka yang gemar menyombongkan peran serta kebaikannya; ketiga, mereka yang ambisi dunianya merusak sensor halal dan haram; serta keempat, mereka yang menyepelekan hal-hal kecil dalam beribadah.

“Sering kali kita berdebat dengan diri sendiri untuk membenarkan kesalahan hingga akhirnya menganggap dosa tersebut bukan lagi masalah. Inilah pintu awal kecelakaan bagi seorang hamba,” ungkapnya di hadapan para guru dan tenaga kependidikan.

Memasuki inti pembahasan, Karmono mengutip Surat Al-Jatsiyah ayat 33-34. Ayat tersebut menjelaskan penyesalan mendalam orang-orang di akhirat kelak. Allah berfirman bahwa mereka akan “dilupakan” atau dibiarkan dalam nestapa sebagaimana mereka mengabaikan persiapan pertemuan dengan hari pembalasan selama hidup di dunia. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh hadirin agar tidak terjebak dalam senda gurau duniawi yang melalaikan tujuan akhir kehidupan.

Lebih lanjut, pesan tersebut diperkuat dengan kisah dari Surat Al-Kahfi ayat 32-42. Kisah dua pemilik kebun ini menjadi teguran keras bagi manusia agar tidak angkuh terhadap pencapaian duniawi. Sosok yang sombong dalam kisah tersebut akhirnya kehilangan segalanya karena mengingkari nikmat Allah Swt.

“Segala yang kita miliki, baik jabatan, kecerdasan, maupun harta, adalah atas kehendak Allah. Maka, tidak ada ruang bagi kita untuk menjadi pribadi yang sombong,” pungkasnya. Melalui kegiatan doa pagi ini, diharapkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 1 Bobotsari dapat menginternalisasi nilai rendah hati dan kejujuran nurani dalam menjalankan tugas sehari-hari, sehingga terhindar dari golongan orang-orang yang melupakan nikmat Tuhan-nya. (Humas Smansaboss).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *