
BOBOTSARI – Kegiatan doa pagi bersama di Ruang Guru SMA Negeri 1 Bobotsari pada Rabu, 29 April 2026, menghadirkan materi yang sangat penting terkait pengelolaan fasilitas pendidikan. Sesi sosialisasi kali ini disampaikan oleh staf Tata Usaha urusan aset, Irbi Arif Setiawan, yang secara khusus memaparkan data mengenai aset-aset yang dimiliki oleh sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh guru, staf Tata USaha, dan karyawan mengenai cakupan wilayah serta sarana prasarana yang menjadi penunjang utama aktivitas di SMA Negeri 1 Bobotsari.
Dalam paparannya, Irbi Arif Setiawan mengingatkan kembali bahwa SMA Negeri 1 Bobotsari memiliki aset tanah yang cukup luas, yakni mencapai 12.449 meter persegi. Beliau memberikan penegasan mengenai status hukum beberapa lahan yang sering menjadi pertanyaan, salah satunya adalah lapangan depan sekolah. Beliau meluruskan bahwa lapangan tersebut merupakan aset resmi milik sekolah, bukan milik desa. Selain itu, aset tanah sekolah juga mencakup lahan kebun, yang merupakan bagian dari inventaris yang harus dikelola dengan baik.
Selain aset berupa tanah, sosialisasi ini juga merinci berbagai fasilitas lain yang vital bagi operasional sekolah. Aset-aset tersebut meliputi gedung-gedung sekolah, jaringan internet yang menyokong pembelajaran digital, jaringan air, hingga infrastruktur keamanan seperti penangkal petir. Seluruh sarana ini merupakan komponen aset negara yang pemeliharaannya menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah demi kelancaran proses belajar mengajar. Melalui sosialisasi aset ini, diharapkan muncul rasa kepedulian dan tanggung jawab yang lebih besar dari seluruh jajaran guru, staf tata usaha, serta karyawan untuk ikut serta menjaga dan mengawasi penggunaan fasilitas yang ada. Dengan pengelolaan aset yang transparan dan terjaga, SMA Negeri 1 Bobotsari optimis dapat terus menyediakan lingkungan pendidikan yang representatif dan aman bagi seluruh siswa dalam jangka panjang. (Humas Smansaboss).



