Lewat Karya “OMPRENG”, Gunung Slamet Film SMAN 1 Bobotsari Sabet Penghargaan Film Fiksi Terbaik di Festival Film Purbalingga 2026

Categories:

BOBOTSARI – Komunitas Sinematografi SMAN 1 Bobotsari, Gunung Slamet Film, berhasil mengukir prestasi membanggakan di bidang perfilman pelajar. Dipimpin oleh sutradara Farah Livia Linda bersama timnya, karya film pendek bertajuk “OMPRENG” sukses dinobatkan sebagai Film Fiksi Terbaik dalam Kompetisi Film Pelajar Banyumas Raya pada gelaran 2 Dekade Festival Film Purbalingga (FFP) Tahun 2026.

Rasa bahagia dan haru tak bisa disembunyikan oleh Farah Livia Linda atas raihan trofi pretisius tersebut. Sebagai sutradara yang menggantikan peran rekannya, Farah mengaku sempat tidak menyangka karya mereka akan menjadi pemenang, mengingat karya film fiksi dari sekolah-sekolah lain di kawasan Banyumas Raya juga memiliki kualitas yang sangat bersaing. Pencapaian ini dirasa semakin emosional karena proses produksinya diwarnai tantangan yang tak mudah. Farah harus mengambil alih kemudi sutradara di tengah jalan setelah sutradara utama, Nadya Kasyifa Fillah, mendadak jatuh sakit. Dengan waktu yang relatif singkat, Farah dituntut beradaptasi cepat mempelajari alur cerita agar proses syuting tetap berjalan sesuai rencana.

Lahirnya film “OMPRENG” sendiri berawal dari gagasan pembina sinematografi sekaligus guru sekolah, Retno Wardoyo, S.Pd. Beliau mengusulkan ide cerita yang mengangkat isu sosial realistis yang sedang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat, yang kemudian dikembangkan bersama tim menjadi sebuah karya film fiksi yang sarat akan pesan moral mendalam. Keberhasilan ini, menurut Farah, tak lepas dari kolaborasi luar biasa seluruh kru Gunung Slamet Film, para pemeran, dukungan teman-teman kelas XI-J, serta pendampingan penuh dari pihak sekolah dan keluarga.

Atas raihan gemilang ini, Pembina Sinematografi SMAN 1 Bobotsari, Retno Wardoyo, S.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Farah dan seluruh tim yang terlibat. Beliau mengaku sangat bangga atas kerja keras, ketangguhan, dan kreativitas para siswa yang mampu mengatasi berbagai hambatan selama proses produksi hingga berhasil meraih penghargaan tertinggi di ajang Dua Dekade FFP 2026.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMAN 1 Bobotsari, Drs. Joko Widodo, M.Pd., turut menyampaikan selamat dan dukungan penuh atas pencapaian tim sinematografi. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan Gunung Slamet Film meraih gelar Film Fiksi Terbaik merupakan bukti nyata bahwa siswa SMAN 1 Bobotsari memiliki daya cipta dan potensi karya seni yang luar biasa. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendukung wadah kreativitas media serta perfilman bagi para siswa agar dapat terus berkarya dan mengharumkan nama sekolah di kancah nasional. (Humas Smansaboss).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *