Rakhmi Oktarini, Guru SMAN 1 Bobotsari, Raih Juara 2 Guru Pendamping ADEM Tingkat Nasional

Categories:

JAKARTA – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi catatan sejarah yang sangat membanggakan bagi SMA Negeri 1 Bobotsari. Salah satu guru terbaiknya, Rakhmi Oktarini, S.Pd., M.Pd., sukses menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih Juara 2 Guru Pendamping Berdedikasi Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara Tasyakuran Hardiknas 2026 yang berlangsung khidmat di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026.

Rakhmi tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagianya atas pencapaian ini. “Perasaan saya sangat senang karena Kemendikdasmen akhirnya memberikan apresiasi nyata terhadap kerja keras para guru pendamping program ADEM, setelah program afirmasi ini berjalan hampir 13 tahun,” ungkapnya.

Perjalanan panjang Rakhmi dalam mengawal program ADEM dimulai sejak angkatan pertama pada tahun 2013. Ia mengenang pengalaman awal yang sangat membekas di hati, ketika harus mendampingi anak-anak dengan latar belakang budaya yang jauh berbeda.

“Pengalaman pertama itu luar biasa menantang. Saya bahkan sempat menangis dan hampir putus asa. Ada momen ketika siswa sama sekali tidak mau bangun pagi. Setelah berhasil dibangunkan dan diajak ke sekolah, mereka tidak mau masuk kelas karena menganggap teman-temannya jahat. Akhirnya, saya sampai meminta bantuan psikolog untuk mendampingi siswa tersebut, sekaligus menguatkan mental saya sendiri agar tidak menyerah,” kenang Rakhmi sembari tersenyum mengingat masa-masa awal itu.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi guru pendamping berkisar pada perbedaan budaya, mulai dari kedisiplinan, manajemen waktu, pengelolaan keuangan, kebersihan diri, hingga memantik motivasi intrinsik siswa untuk berprestasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Rakhmi menerapkan pendekatan humanis melalui teknik coaching. “Saya tidak menggunakan sistem memerintah, melainkan berdialog untuk menyadarkan mereka tentang apa saja yang telah dilakukan serta risiko atau keuntungan yang akan mereka dapatkan. Namun, jika sudah menyangkut pelanggaran tata tertib yang serius, kami bersinergi melibatkan wali kelas, guru BK, dan Kepala Sekolah, hingga pembuatan surat pernyataan bermaterai dengan harapan siswa dapat berubah menjadi lebih baik,” jelasnya.

Bagi Rakhmi, guru pendamping memiliki peran yang sangat krusial, yaitu menjadi representasi keluarga baru bagi para siswa ADEM yang rata-rata baru berusia 15 tahun saat merantau ke sekolah tujuan. Kehadiran figur orang tua di sekolah sangat dibutuhkan dalam setiap proses adaptasi dan perkembangan psikologis anak.

Ia juga menitipkan pesan mendalam bagi seluruh siswa dan sesama guru pendamping program ADEM di Indonesia. “Menjalani proses ini memang tidak mudah, tapi jangan pernah menyerah. Jika kita merasa tidak mampu menyelesaikannya sendiri, jalinlah komunikasi dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak,” pesannya.

Prestasi tingkat nasional ini mendapat apresiasi dari Kepala SMAN 1 Bobotsari, Drs. Joko Widodo, M.Pd. Beliau menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas komitmen, kesabaran, dan dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh Rakhmi Oktarini selama bertahun-tahun dalam mengasuh siswa ADEM. Pihak sekolah berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh guru dan tenaga pendidik di SMAN 1 Bobotsari untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan berprestasi di kancah nasional. (Humas Smansaboss).

4 thoughts on “Rakhmi Oktarini, Guru SMAN 1 Bobotsari, Raih Juara 2 Guru Pendamping ADEM Tingkat Nasional”

  1. Terima kasih humas SMAN 1 Bobotsari., Rangkaian kalimat-kalimat dalam berita ini sangat menyentuh dan membawa saya kembali pada saat awal mendapatkan tugas ini.

      1. Pak Nokman juga tidak kalah keren dan hebat. Semoga bisa berbagi ilmu lagi bersama para guru SMAN 1 Bobotsari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *