
BOBOTSARI – Prestasi gemilang berhasil ditorehkan oleh tim Musik Tradisional SMA Negeri 1 Bobotsari dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2026. Tim yang beranggotakan Hanin Nasywa Mulyani (X-C), Aisyaura Abhinaya Rafti (X-D), Avisa Mufidah Pratidina (X-G), Ita Adelia (X-G), dan Anastasya Rosani (XI-C) sukses mengukuhkan posisi sebagai Juara 1 setelah menampilkan performa yang memukau dewan juri. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dedikasi dalam melestarikan budaya mampu menghasilkan pencapaian yang luar biasa di tingkat kabupaten.
Ketertarikan tim dalam mendalami musik tradisional didasari oleh keunikan tata cara permainannya serta filosofi kekompakan yang sangat kuat dalam setiap instrumennya. Salah satu perwakilan tim mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi serupa di tahun 2024 menjadi bekal berharga untuk memposisikan diri dengan lebih baik pada ajang tahun ini. Selama dua minggu penuh, mereka menjalani latihan intensif dari pagi hingga sore hari. Meski fokus pada latihan, tanggung jawab akademik tetap menjadi prioritas. Para anggota tim tetap mengikuti asesmen di kelas dan disiplin menyelesaikan tugas sekolah pada malam hari dengan bantuan informasi dari rekan sekelas.
Perjalanan menuju podium juara dilalui dengan tantangan teknis yang tidak mudah, termasuk kendala pengaturan mikrofon oleh operator saat tampil yang sempat mengganggu pergerakan alat musik. Namun, dengan ketenangan dan kecerdasan dalam mengatur posisi, kendala tersebut berhasil diatasi di atas panggung. Selain itu, tekanan sebagai peserta yang tampil di urutan terakhir menjadi tantangan mental tersendiri bagi mereka. Pembina cabang Musik Tradisional, Ade Andriani, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas semangat pantang menyerah yang ditunjukkan anak didiknya, sembari terus memberikan motivasi positif untuk meredam tekanan tersebut.
Melalui perlombaan ini, para anggota tim belajar bahwa kompetisi bukan sekadar mengejar status juara, melainkan sarana untuk mengembangkan potensi diri dan menikmati setiap proses yang dilalui. Mereka berpesan kepada seluruh siswa untuk selalu meyakini kemampuan diri dan berusaha secara konsisten. Mereka menekankan bahwa proses yang dijalani dengan baik akan selalu memberikan hasil yang setimpal karena setiap pencapaian yang sudah ditakar tidak akan pernah tertukar. (Humas Smansaboss).



