Refleksi Pagi di SMAN 1 Bobotsari: Meneladani Kisah ‘Alqamah dan Kemuliaan Ibu

Categories:

BOBOTSARI – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Guru SMA Negeri 1 Bobotsari pada Rabu pagi, 15 April 2026. Seluruh guru dan karyawan berkumpul tepat pukul 06.45 WIB untuk melaksanakan kegiatan doa pagi bersama, sebuah agenda rutin setiap Rabu dan Jumat yang bertujuan memperkuat spiritualitas warga sekolah sebelum memulai aktivitas belajar mengajar. Pada kesempatan kali ini, sesi siraman rohani diisi oleh Doni, S.Pd., yang mengangkat tema mendalam mengenai kemuliaan seorang ibu.

Dalam paparannya, Doni menceritakan kembali kisah ikonik ‘Alqamah, seorang sahabat Nabi Muhammad saw. yang dikenal sebagai ahli ibadah yang sangat tekun dalam shalat, puasa, dan sedekah. Namun, di akhir hayatnya, ‘Alqamah mengalami kesulitan luar biasa saat sakaratul maut hingga lidahnya kelu dan tidak mampu mengucapkan kalimat syahadat. Melalui penyelidikan Rasulullah saw., terungkap bahwa kesulitan tersebut disebabkan oleh kemurkaan ibunya yang merasa tidak rida atas sikap ‘Alqamah. Kisah ini menjadi pengingat keras bagi seluruh hadirin bahwa rida Allah Swt. sangat bergantung pada rida orang tua, dan amalan ibadah yang melimpah sekalipun dapat terhalang akibat perilaku durhaka kepada ibu.

Sebagai penutup yang menyentuh hati, Doni melantunkan sepenggal lirik lagu legendaris karya Nasida Ria yang berjudul “Surga di Telapak Kaki Ibu”. Lirik tersebut menegaskan derajat mulia seorang ibu yang berada tiga tingkat di atas ayah karena pengorbanan luar biasa dalam mengandung, melahirkan, menyusui, hingga membesarkan putra-putrinya. Pesan ini diharapkan mampu mempertebal rasa hormat dan bakti para pendidik serta tenaga kependidikan kepada orang tua, sekaligus menjadi teladan yang dapat diteruskan kepada para siswa di lingkungan sekolah.

Kegiatan doa pagi ini diakhiri dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Bobotsari. Melalui penguatan nilai-nilai karakter seperti ini, sekolah berkomitmen untuk tidak hanya mencetak insan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan nurani dan akhlak mulia terhadap orang tua. (Humas Smansaboss).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *