
BOBOTSARI – Kreativitas sastra siswa SMA Negeri 1 Bobotsari kembali bersinar dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2026. Hafid Azan Prayoga, siswa kelas X-F, sukses menorehkan prestasi dengan meraih predikat Juara Harapan 2 pada cabang lomba Cipta Puisi. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa perpaduan antara minat, dukungan lingkungan, dan bimbingan yang tepat mampu melahirkan karya yang diapresiasi oleh dewan juri.
Ketertarikan Hafid dalam mendalami dunia puisi tidak hanya tumbuh dari minat pribadi, tetapi juga berkat kepercayaan serta dukungan dari orang tua dan bapak ibu pembimbing di sekolah. Selain itu, ia sangat terinspirasi oleh sosok sastrawan yang mampu memotivasi pemuda untuk terus mengolah ide dan mengabadikan tulisan agar dapat dimaknai oleh pembaca. Sebagai bentuk keseriusannya, Hafid menjalani masa persiapan selama kurang lebih dua bulan. Ia memulai prosesnya dengan memperbanyak diksi dan mempelajari struktur puisi yang tepat, bahkan jauh sebelum petunjuk teknis lomba diterbitkan.
Selama masa bimbingan, Hafid mendapatkan pendampingan intensif dari Ruswati, S.Pd., selaku pembina, serta berkesempatan menimba ilmu langsung dari seorang praktisi penulis, Riza Almanfaluthi. Meskipun harus membagi waktu antara kewajiban akademik, tanggung jawab di organisasi, dan persiapan lomba, Hafid mampu mengatasinya melalui manajemen waktu yang disiplin dan penetapan skala prioritas. Saat perlombaan berlangsung, tantangan muncul ketika ia dihadapkan pada sub-tema yang tidak terduga, namun melalui ketenangan dan doa, ia tetap berusaha memberikan hasil terbaik hingga akhirnya berhasil naik ke podium juara.
Pengalaman berkompetisi ini memberikan pelajaran berharga bagi Hafid untuk lebih meyakini proses dan perkembangan dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa setiap orang memiliki porsi kesuksesan masing-masing dan berhak mendapatkan penghargaan atas proses berat yang telah dijalani. Hafid mengajak rekan-rekan sesama siswa untuk membuang rasa ragu dan mulai percaya pada kemampuan diri. Baginya, keberanian untuk mencoba adalah kunci utama, karena jika seseorang tidak pernah mengejar kemenangan, maka ia akan tetap merasa kalah di masa depan. (Humas Smansaboss).



