
BOBOTSARI – Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh putra-putri terbaik SMA Negeri 1 Bobotsari dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2026. Duet apik antara Nazmi Artanto (X-H) dan Ridho Adi Prabowo (XI-B) sukses mengukuhkan posisi sebagai Juara 2 dalam cabang Tari Kreasi. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, kerja sama tim yang solid, serta keteguhan dalam menjalani proses latihan yang panjang untuk memberikan penampilan terbaik di atas panggung.
Bagi Nazmi, menari adalah cara untuk menyampaikan ekspresi dan cerita yang telah ia tekuni sejak kecil. Dukungan penuh dari orang tua dan pengamatan jeli pihak sekolah terhadap bakatnya menjadi pembuka jalan menuju panggung kabupaten. Di sisi lain, Ridho yang memang menyukai dunia tari sejak awal, merasa tertantang untuk mencoba peruntungan di ajang bergengsi ini hingga akhirnya berhasil lolos seleksi. Selama kurang lebih tiga minggu, keduanya menjalani latihan intensif di bawah bimbingan guru pembina. Nazmi menekankan pentingnya disiplin dengan tetap mengerjakan tugas sekolah di malam hari setelah latihan berakhir, sementara Ridho menerapkan strategi prioritas dengan fokus penuh pada latihan saat jadwal sedang padat dan mengerjakan tugas sekolah ketika waktu lebih senggang.
Persiapan mereka tidak lepas dari tantangan teknis yang berat, mulai dari sulitnya mengatur napas saat mengenakan topeng hingga tantangan fisik saat melakukan adegan mengangkat partner ke atas trap yang tinggi. Komunikasi aktif menjadi kunci utama bagi mereka untuk menyelaraskan gerakan dan meminimalisasi kesalahan selama tampil. Melalui pengalaman ini, Ridho belajar mengenai tanggung jawab besar dalam mendalami sebuah peran, sedangkan bagi Nazmi, FLS3N membantunya menemukan jati diri dan memahami bahwa setiap proses yang dijalani dengan sungguh-sungguh tidak akan mengkhianati hasil. Pembina cabang tari, Iis Notiani, S.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat juang dan mentalitas tangguh yang ditunjukkan oleh kedua siswa tersebut.
Sebagai penutup, kedua jawara ini membagikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan siswa yang mungkin masih merasa ragu untuk mengeksplorasi bakat mereka. Nazmi mengingatkan bahwa setiap orang memiliki prosesnya masing-masing, sehingga tidak perlu merasa rendah diri terhadap kemampuan orang lain karena keberanian untuk memulai dari hal kecil merupakan langkah awal yang krusial dalam menemukan potensi diri. Senada dengan hal tersebut, Ridho berpesan agar siswa tidak malu untuk mencoba tantangan baru, mental bertumbuh dapat dilatih mulai dari hal sederhana seperti keberanian melakukan presentasi di depan kelas sebelum akhirnya melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi. Kisah sukses Nazmi dan Ridho ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kerja keras, komunikasi yang solid, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman akan membawa setiap individu pada penemuan jati diri yang lebih bermakna. (Humas Smansaboss).



