Seni di Balik Ketekunan: Perjalanan Sulasi Fatkhu Rizqon Meraih Juara 3 Kriya FLS3N 2026

Categories:

BOBOTSARI – Kreativitas tanpa batas kembali ditunjukkan oleh siswa SMA Negeri 1 Bobotsari dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2026. Sulasi Fatkhu Rizqon, siswa kelas XI-B, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 pada cabang lomba Kriya. Capaian ini merupakan hasil dari kegigihan dan ketelitian dalam mengolah bahan menjadi karya seni yang bernilai tinggi.

Ketertarikan Sulasi pada bidang kriya berawal dari kebiasaan pribadinya yang gemar membuat berbagai benda dengan tangan. Baginya, kriya bukan sekadar aktivitas membuat barang, melainkan sebuah proses menuangkan nilai seni dan ide ke dalam sebuah karya yang memberikan kepuasan tersendiri saat melihat hasilnya terwujud. Motivasi untuk menguji kemampuan diri inilah yang akhirnya mendorong Sulasi untuk memberanikan diri melangkah hingga ke tingkat kabupaten.

Dalam mempersiapkan kompetisi, Sulasi menjalani latihan intensif yang menghabiskan waktu sekitar 7 hingga 8 jam setiap harinya. Meski memiliki jadwal latihan yang padat, ia tetap memprioritaskan kewajiban akademiknya dengan memanfaatkan waktu malam hari untuk mengerjakan tugas sekolah. Kedisiplinan dalam mengatur waktu menjadi kunci agar persiapan lomba dan pembelajaran di kelas dapat berjalan beriringan. Selama proses tersebut, ia sempat menghadapi kendala teknis saat hasil pengerjaan tidak sesuai dengan konsep awal, namun ia berhasil mengatasinya dengan tetap tenang dan fokus pada perbaikan secara perlahan.

Melalui pengalaman lomba ini, Sulasi mengaku lebih mengenal karakter dirinya, terutama dalam hal kesabaran dan konsistensi menghadapi proses yang panjang. Pembina cabang Kriya, Ridhani Pangestuti, S.Pd., memberikan apresiasi atas ketahanan mental dan kreativitas yang ditunjukkan oleh anak didiknya selama masa bimbingan hingga pelaksanaan lomba. Sebagai penutup, Sulasi berpesan kepada rekan-rekan sesama siswa agar tidak ragu untuk memulai sesuatu dan tidak terlalu mencemaskan hasil akhir. Ia menekankan bahwa kepercayaan diri akan terbentuk melalui proses dan kegagalan merupakan bagian penting untuk membuat seseorang menjadi lebih berkembang. (Humas Smansaboss).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *