Merekam Fakta Menjadi Cerita: Azifatil Azifah Raih Juara Harapan 1 Jurnalistik FLS3N 2026

Categories:

BOBOTSARI – Bakat literasi siswa SMA Negeri 1 Bobotsari kembali menorehkan tinta emas dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2026. Azifatil Azifah, siswi kelas XI-A, berhasil meraih predikat Juara Harapan 1 pada cabang lomba Jurnalistik melalui kemampuannya dalam mengolah fakta menjadi narasi yang bermakna.

Ketertarikan Azifatil pada dunia jurnalistik berawal dari kegemarannya mengamati fenomena di lingkungan sekitar dan menuangkannya ke dalam tulisan. Baginya, jurnalistik adalah sarana untuk menyampaikan cerita dan fakta secara jujur, sebuah motivasi yang akhirnya mendorongnya untuk menguji kemampuan menulis di tingkat kabupaten. Dalam persiapannya, Azifatil berlatih secara konsisten dengan memperbanyak referensi dan melatih struktur tulisan pada berbagai topik tertentu. Meski mendapatkan dispensasi untuk fokus pada perlombaan, ia tetap menunjukkan tanggung jawab akademiknya dengan mempelajari materi dan mengerjakan tugas sekolah di waktu luang agar tetap seimbang.

Perjalanan Azifatil menuju tangga juara bukanlah tanpa rintangan. Pembina cabang Jurnalistik, Wahyu Budi Nugroho, S.Pd., mengungkapkan bahwa Azifatil sempat mengalami kendala fokus karena mengikuti perlombaan lain dalam waktu yang bersamaan. Selain itu, tantangan internal seperti rasa gugup dan kesulitan mengatur ide agar tetap terstruktur sempat menghampirinya. Namun, melalui tempaan proses dan latihan yang intens, Azifatil berhasil mengatasinya dengan tetap tenang dan percaya pada potensi yang dimilikinya hingga mampu menyelesaikan karya dengan sangat baik.

Melalui kompetisi ini, Azifatil memetik pelajaran berharga bahwa dirinya mampu melampaui rasa ragu yang sering muncul sebelumnya. Pengalaman ini menyadarkannya bahwa setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan selama ada keberanian untuk mencoba tanpa rasa takut akan kegagalan. Sebagai penutup, ia memberikan tips bagi rekan-rekan sesama siswa untuk berani memulai tanpa harus menunggu perasaan siap sepenuhnya. Ia menekankan bahwa fokus pada proses jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir, karena pengalaman yang didapat merupakan langkah awal yang berharga untuk terus berkembang. (Humas Smansaboss).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *