Wahyu Yunia Sesa, Ekspresi Emosi yang Membuahkan Prestasi di Cabang Monolog

Categories:

BOBOTSARI – Di balik panggung megah Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Kabupaten Purbalingga tahun 2026, sebuah cerita inspiratif datang dari Wahyu Yunia Sesa. Siswa kelas XI-C SMA Negeri 1 Bobotsari ini sukses mengukuhkan dirinya sebagai Juara 1 dalam cabang lomba Monolog setelah melalui proses perjuangan mental yang luar biasa. 

Ketertarikan Sesa terhadap seni peran tidak muncul begitu saja. Ia mengaku mulai mendalami bidang monolog setelah mendapatkan dorongan dari teman-temannya serta terinspirasi setelah menyaksikan berbagai penampilan monolog di YouTube saat jam literasi sekolah. Bagi Sesa, monolog bukan sekadar berakting di depan penonton, melainkan sebuah media yang jujur untuk meluapkan emosi dan mengekspresikan jati diri. 

Untuk mencapai performa yang memukau juri, Sesa menghabiskan waktu latihan intensif selama kurang lebih 18 hari. Di tengah jadwal sekolah yang padat, ia berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara latihan fisik, olah rasa, dan tanggung jawab akademiknya agar keduanya tetap berjalan selaras.  Namun, perjalanan menuju podium tertinggi tidaklah mulus. Tantangan terberat yang dirasakan Sesa justru datang dari dalam dirinya sendiri, yakni rasa kurang percaya diri saat melihat peserta lain yang memiliki kemampuan mumpuni. “Saya mencoba terus meyakinkan diri bahwa saya juga bisa,” ungkapnya saat menceritakan cara ia bangkit dari keraguan. 

Peran pembina dalam keberhasilan ini sangatlah vital. Dony Oktavianto, S.Pd., selaku pembina, memberikan apresiasi tinggi terhadap ketangguhan mental anak didiknya. Beliau mengungkapkan bahwa dalam proses latihan, Sesa sempat berada di titik terendah hingga ingin menyerah. Namun, melalui motivasi yang terus diberikan, Sesa berhasil bangkit dan membuktikan bahwa ia adalah pribadi yang tangguh dan tidak berhenti di tengah tantangan.  Melalui kompetisi ini, Sesa mengaku lebih mengenal potensi tersembunyi dalam dirinya. Ia menyadari bahwa ia mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya ia ragukan, selama ia berani untuk percaya pada kemampuan diri sendiri.  Sebagai penutup, Sesa memberikan pesan hangat bagi rekan-rekan sejawatnya di SMA Negeri 1 Bobotsari yang masih merasa ragu untuk berkompetisi. “Jangan takut mencoba. Rasa tidak percaya diri itu wajar, tapi kalau tidak dicoba kita tidak akan tahu sejauh mana kemampuan kita. Mulai saja dulu, berproses, dan nikmati setiap tahapnya,” pungkasnya. (Humas Smansaboss).

2 thoughts on “Wahyu Yunia Sesa, Ekspresi Emosi yang Membuahkan Prestasi di Cabang Monolog”

Tinggalkan Balasan ke achii Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *